Bulan: April 2022

4 Teknologi yang Ada Pada Mobil Listrik

Mobil listrik ini pertama kali sudah diproduksi pada tahun 1880-an dan juga kehadirannya di anggap sangat populer pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Penggunaan mobil listrik ini juga sempat mengalami penurunan tren dikarenakan produksi massal kendaraan yang juga menggunakan bahan bakar cenderung lebih murah dibandingkan dengan yang mengunakan mobil listrik. Kemudian, mobil yang ramah lingkungan tersebut telah kembali populer belakangan ini di hampir seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Tahukah kalian, setidaknya sekarang sudah ada 4 jenis teknologi penggerak dan sumber dari tenaga mobil listrik ini? 4 jenis dari teknologi tersebut, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Berikut di bawah ini penjelasan yang singkat dari masing-masing teknologi tersebut.

1. Battery Electric Vehicle (BEV)

Mobil listrik yang menggunakan BEV dengan juga menggunakan listrik di baterai. Jenis BEV tidak akan memiliki mesin pembakaran (ICE). Listrik juga disimpan di baterai lithium-ion. Pengisian dari baterainya dilakukan dengan cara menghubungkan ke jaringan listrik eksternal. Komponen BEV ini juga terdiri dari electric motor, inverter, battery, control module (controller), dan drive train. Cara kerja dari mobil listrik BEV ini sangat sederhana sekali, yaitu:

  • Daya yang dikonversi dari baterai DC ke AC hanya untuk mengaktifkan motor.
  • Pedal akselerator akan mengirimkan sinyal ke control module dengan agar tujuan untuk dapat menyesuaikan kecepatan dari kendaraan dengan mengubah frekuensi daya AC dari inverter ke motor (bila mobil menggunakan type motor induksi).
  • Motor akan menghubungkan dan juga memutar roda melalui roda gigi.
  • Ketika rem ditekan atau mobil akan melambat, motor akan menjadi generator yang menghasilkan listrik lalu akan disimpan kembali di baterai.

2. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

HEV ini juga memiliki dua type sistem penggerak, yaitu mesin dengan pembakaran (ICE) dan motor traksi. ICE mendapatkan sumber energi dari BBM, sementara unutk motor traksi mendapatkan daya dari baterai. Mesin bensin serta motor yang secara bersamaan digunakan untuk memutar transmisi menggerakkan roda. Baterai yang terdapat pada HEV diisi putaran mesin, gerakan roda atau bahkan kombinasi keduanya. Mobil ini juga tidak memiliki charging port. Oleh karena itu, baterainya juga dipastikan tidak dapat diisi ulang dari luar sistem. Komponen HEV ini juga terdiri dari engine, electric motor, battery pack dengan controller dan inverter, fuel tank, dan control module (controller). Sementara itu, prinsip kerja dari kinerja mobil listrik HEV, yaitu:

  • Memiliki bagian tangki pemasok BBM ke mesin juga seperti pada mobil biasa.
  • Jenis mobil HEV ini memiliki satu set baterai yang akan di pakai untuk menjalankan motor.
  • Baik mesin maupun motor juga akan dapat memutar transmisi pada saat bersamaan.
  • Ketika dilakukan pengereman maka motor akan berubah menjadi generator lalu mengisi baterai.

3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

PHEV merupakan salah satu jenis hybrid yang memiliki sejenis mesin pembakaran (ICE) dan motor untuk traksi listrik. Mobil listrik yang juga menggunakan teknologi PHEV ini dapat ditenagai oleh sumber energi fosil (seperti bensin) atau bisa juga sumber alternatif (seperti biodiesel) dan juga oleh baterai. Sangat berbeda dengan HEV, baterai yang terdapat pada jenis mobil ini dapat diisi-ulang dari beberapa sumber listrik eksternal. Dengan sistem cara menghubungkannya ke sumber listrik eksternal, ke inlet (charging port) langsung pada mobil pada sebuah stasiun untuk pengisian mobil listrik (EVCS). Komponen PHEV juga terdiri dari electric motor, engine, inverter, battery, fuel tank, control module, dan battery charger.

PHEV juga biasanya dapat beroperasi dalam dua mode, yaitu:

  • All-electric mode, di mana akan hanya ada listrik pada baterai sebagai energi menggerakkan mobil.
  • Hybrid mode, di mana listrik dan juga bensin kan digunakan bersamaan.

Sementara itu juga, prinsip pada kerja mobil listrik PHEV biasanya dimulai dengan all-electric mode dan juga akan berjalan dengan menggunakan energi listrik hingga baterai habis. Dari beberapa model ini bisa beralih ke hybrid mode ketika mobil sedang berlaju kendaraan pada posisi stabil di jalan raya. Umumnya di atas 60 atau 70 mil per jam. Setelah baterai akan kosong, mesin akan mengambil alih. Mobil pun juga telah beroperasi sebagai hybrid non-plug-in konvensional.

Selain dapat juga dihubungkan dengan sumber daya listrik yang terdapat dari luar sistem, baterai mobil PHEV juga hanya dapat diisi oleh perputaran ICE (internal combustion engine) atau melalui sistem pengereman regeneratif. Selama melakukan pengereman, motor akan bertindak sebagai generator. Energi yang dapat dihasilkan akan digunakan untuk mengisi baterai.

Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Jenis model FCEV ini telah menggunakan teknologi fuel-cell untuk dapat menghasilkan listrik. Listrik dipakai untuk bisa mengaktifkan motor agar dapat untuk menjalankan kendaraan. Prinsip kerja dari mobil listrik jenis FCEV ini hampir mirip dengan sistem cara kerja mobil listrik jenis BEV. Hanya saja ada bedanya jenis ini telah memiliki sistem yang mengkoversi sebagian energi kimia pada fuel-cell menjadi listrik.

Komponennya juga sudah terdiri dari electric motor, fuel-cell stack, hydrogen storage tank, battery dengan converter dan controller. Prinsip dari cara kerja mobil FCEV sangat mirip dengan jenis BEV. Jenis FCEV juga dapat menghasilkan listrik sendiri untuk menjalankan kendaraan.

Apa itu Social Smoker?? Dan Apa saja Bahaya nya

Apakah Kalian merupakan seorang social smoker atau mempunyai teman dengan kebiasaan buruk merokok ini? Sesuai dengan namanya, social smoker merupakan orang yang biasanya merokok untuk sekedar bersosialisasi. Kebiasaan ini mungkin juga disebabkan oleh kesadaran terhadap efek bahaya dari merokok, tetapi karena lingkungan juga memaksa untuk kebiasaan ini. Problem nya, apakah kebiasaan ini di anggap lebih aman bila dibandingkan dengan perokok aktif?

Apa itu socials smoker?

Seperti yang sudah disebutkan, social smoker merupakan orang yang tidak secara rutin merokok setiap hari nya. Dalam kurun waktu satu hari, mereka mungkin tidak menghabiskan lebih dari satu bungkus atau bisa jadi hanya satu batang per hari.

Para ahli juga masih belum dapat mengetahui apa yang menjadi menyebabkan seseorang menjadi perokok ringan. Pasalnya, rokok juga mengandung nikotin yang sangat adiktif/ketagihan (memunculkan efek ketagihan nikotin).

Ketika seorang perokok mulai untuk berhenti merokok, mereka biasanya juga akan mengalami beberapa gejala berupa:

  • kantuk
  • gampang marah
  • sulit berkonsentrasi
  • cemas
  • dan mengidam tembakau.

Inilah juga yang membuat perokok menjadi ingin merokok berulang kali. Namun, pada kasus social smoker, hal ini juga seakan tidak berlaku bagi mereka.

Beberapa dari perokok ringan merasa perlu untuk merokok setiap hari, sedangkan bagi yang lainnya bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu hidup tanpa harus merokok sebelum akhirnya kembali merokok.

Risiko kesehatan dari menjadi seorang social smokers

Sebagian besar dari social smokers berpikir bahwa mereka tidak akan merasakan dampak/efek buruk karena jumlah rokok yang telah dihisap tidak sebanyak di bandingkan perokok aktif.

Faktanya, bahaya dari kegiatan merokok tetaplah mengintai kesehatan meski Kalian tidak mengisapnya secara rutin setiap harinya.

Ya, ini dikarenakan setiap batang rokok yang telah diisap akan berpengaruh pada kesehatan. Meskipun Kalian masih termasuk social smoker, resiko-resiko kesehatan seperti penyakit jantung bahkan kanker akan tetap mengintai.

Tidak hanya itu, asap rokok yang telah masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan trombosit darah  menggumpal sehingga pasti menyebabkan pembuluh darah tersumbat dan akan memicu serangan jantung atau stroke.

Social smoker juga sering disebut perokok ringan. Perokok ringan merupakan orang yang biasanya merokok dalam jumlah lebih sedikit bila di bandingkan dengan perokok aktif.

Hanya saja, Cleveland Clinic telah mengatakan, entah itu dua batang atau tiga bungkus rokok sehari, efek kerusakan yang akan terjadi pada paru-paru juga hampir memiliki kesamaan.

Cara asap rokok dalam merusak paru-paru

Perokok ringan juga membakar rokok dengan bahan yang sama dan mengisap sekitar lebih dari 7000 bahan kimia yang terdapat pada rokok. Setidaknya, 69 di beberapa bahan kimia ini terkenal dapat menyebabkan kanker.

Meski social smokers hanya merokok satu batang sehari, dampak efek negatif pada tubuh tetap akan terjadi secara signifikan seperti hal nya perokok aktif, termasuk pada paru-paru anda.

Senyawa kimia itu dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan sel di dalam paru-paru kalian. Sel yang rusak akan terus mengalami peradangan serta membengkak, lalu tubuh juga akan mencoba memperbaiki kerusakan nya.

Selama kurun proses ini, jaringan dari tubuh yang normal dan sehat juga dapat ikut rusak.

Penurunan dari fungsi paru-paru

Jumlah kualitas udara yang terhirup ketika kita bernapas merupakan bagian dari fungsi paru-paru dan secara alami akan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia.

Nah, salah satu dari efek bahaya merokok adalah akan mempercepat penurunan dari fungsi paru-paru.

Ketika fungsi paru-paru telah menurun, Anda pasti akan kesulitan mendapat oksigen yang sangat penting bagi organ tubuh anda, seperti jantung dan otak.

Hal ini dipastikan dapat memengaruhi kesehatan, bahkan sebelum kalian mengalami beberapa penyumbatan pada pembuluh darah.

Jika asupan dari oksigen berkurang, Anda dipastikan memerlukan oksigen tambahan dari tabung oksigen agar tubuh tetap mendapatkan jumlah oksigen yang dibutuhkan nya.

Berbagai masalah penyakit yang mengintai social smokers

Mirip juga dengan yang akan mengintai perokok aktif, berikut ini adalah berbagai kondisi yang mungkin dialami oleh perokok ringan :

  • penyakit jantung karena terjadi peningkatan tekanan darah serta kolesterol,
  • aorta melemah,
  • kematian dini yang diakibatkan penyakit kardiovaskular,
  • kanker paru-paru, lambung, pankreas, dan esofagus,
  • infeksi saluran pernapasan,
  • penurunan hormon kesuburan,
  • pemulihan yang lebih lambat ketika mengalami kasus patah tulang dan cedera lainnya,
  • katarak, dan
  • kualitas hidup menurun secara umumnya.

Pada intinya, tidak ada patokan jumlah rokok yang aman untuk kalian isap setiap hari. Perokok aktif ataupun social smoker juga tidak akan bisa mendapat keuntungan dari rokok merk jenis apa pun.

Social smokers tetap akan merugikan orang sekitar kita

Asap yang dihembuskan oleh perokok, atau bisa disebut juga secondhand smoke, ditambah dengan asap dari rokok itu sendiri sudah merupakan racun bagi orang yang ada di sekitar Anda.

Banyak dari penelitian yang menunjukkan bahwa cukup dengan berada di tempat asap rokok berada, risiko kesehatan berat seperti kanker dan penyakit jantung juga akan meningkat.

Meskipun memiliki dampak kesehatan yang hampir sama dengan perokok ringan atau aktif, terdapat sedikit kabar baik bagi kalian yang merupakan seorang social smokers.

Kalian dengan kebiasaan buruk merokok ini mungkin bisa dapat lebih mudah untuk berhenti. Pasalnya, Kalian merokok hanya pada kondisi-kondisi tertentu sehingga mungkin belum terkena/mengalami efek ketergantungannya.

Cobalah untuk memikirkan rencana bagaimana cara terbaik untuk menghindari tempat kalian biasa merokok, serta juga mengontrol perilaku buruk saat bersosialisasi dengan para perokok.

Masih banyak sekali cara bersosialisasi yang lebih sehat dibandingkan dengan merokok.

Menghabiskan waktu yang lebih banyak bersama teman-teman yang tidak merokok atau bisa pergi ke tempat-tempat yang dilarang untuk merokok juga dapat membantu social smoker agar bisa cepat berhenti merokok.